Kamis, 16 April 2009

Bahan Ujian

UntukUjian Kelas XII bahan mencakup kellas X,XI dan XII


Kelas X , Semester 1

Standar Kompetensi

1. Memahami prinsip dasar ilmu sejarah
Kompetensi dasar:
1.1 Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup ilmu sejarah
1.2 Mendeskripsikan tradisi sejarah dalam masyarakat Indonesia masa pra-aksara dan masa aksara
1.3 Menggunakan prinsip-prinsip dasar penelitian sejarah



Kelas X , Semester 2

Standar Kompetensi

2. Menganalisis peradaban Indonesia dan dunia

Komptensi Dasar:
2.1 Menganalisis kehidupan awal masyarakat Indonesia
2.2 Mengidentifikasi peradaban awal masyarakat di dunia yang berpengaruh terhadap peradaban Indonesia
2.3 Menganalisis asal-usul dan persebaran manusia di kepulauan Indonesia
Program Ilmu Pengetahuan Sosial

Kelas XI, Semester 1

Standar Kompetensi

1. Menganalisis perjalanan bangsa Indonesia pada masa negara-negara tradisional

Kompetensi dasar
1.1 Menganalisis pengaruh perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Buddha terhadap masyarakat di berbagai daerah di Indonesia
1.2 Menganalisis perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
1.3 Menganalisis pengaruh perkembangan agama dan kebudayaan Islam terhadap masyarakat di berbagai daerah di Indonesia
1.4 Menganalisis perkembangan kehidupan negara-negara, kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia
1.5 Menganalisis proses interaksi antara tradisi lokal, Hindu-Buddha, dan Islam di Indonesia


Program Ilmu Pengetahuan Sosial

Kelas XI , Semester 2

Standar Kompetensi

2. Menganalisis perkembangan bangsa Indonesia sejak masuknya pengaruh Barat sampai dengan pendudukan Jepang

Kompetensi dasar
2.1 Menganalisis perkembangan pengaruh Barat dan perubahan ekonomi, demografi, dan kehidupan sosial budaya masyarakat di Indonesia pada masa kolonial
2.2 Menganalisis hubungan antara perkembangan paham-paham baru dan transformasi sosial dengan kesadaran dan pergerakan kebangsaan
2.3 Menganalisis proses interaksi Indonesia-Jepang dan dampak pendudukan militer Jepang terhadap kehidupan masyarakat di Indonesia
3. Menganalisis sejarah dunia yang mempengaruhi sejarah Bangsa Indonesia dari abad ke-18 sampai dengan abad ke-20
3.1 Membedakan pengaruh Revolusi Prancis, Revolusi Amerika, dan Revolusi Rusia terhadap perkembangan pergerakan nasional Indonesia
3.2 Menganalisis pengaruh revolusi industri di Eropa terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan politik di Indonesia

Program Ilmu Pengetahuan Sosial

Kelas XII , Semester 1

Standar Kompetensi

1. Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia sejak proklamasi hingga lahirnya Orde Baru

Kompetensi dasar
1.1 Menganalisis peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan pemerintahan Indonesia
1.2 Menganalisis perkembangan ekonomi-keuangan dan politik pada masa awal kemerdekaan sampai tahun 1950
1.3 Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia dalam memperta­hankan kemerdekaan dari ancaman disintegrasi bangsa terutama dalam bentuk pergolakan dan pemberontakan (antara lain: PKI Madiun 1948, DI/TII, Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta, G-30-S/PKI)
1.4 Menganalisis perkem­bangan politik dan ekonomi serta perubahan masyarakat di Indonesia dalam upaya mengisi kemerdekaan
2. Menganalisis perjuangan sejak Orde Baru sampai dengan masa reformasi
2.1 Menganalisis perkembangan pemerintahan Orde Baru
2.2 Menganalisis proses berakhirnya pemerintah Orde Baru dan terjadinya reformasi
2.3 Menganalisis perkembangan politik dan ekonomi serta perubahan masyarakat di Indonesia pada masa reformasi


Kelas XII , Semester 2

Standar Kompetensi

3. Menganalisis perkembangan sejarah dunia sejak Perang Dunia II sampai dengan perkembangan mutakhir

Kompetensi dasar
3.1 Menganalisis perkem­bangan sejarah dunia dan posisi Indonesia di tengah perubahan politik dan ekonomi internasional setelah Perang Dunia II sampai dengan berakhirnya Perang Dingin
3.2 Menganalisis perkembangan mutakhir sejarah dunia
Program Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas XI, Semester 1

Standar Kompetensi

1. Menganalisis perjalanan bangsa Indonesia dari negara tradisional, kolonial, pergerakan kebangsaan, hingga terbentuknya negara kebangsaan sampai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Kompetensi dasar
1.1 Menganalisis perkembangan negara tradisional (Hindu-Buddha dan Islam) di Indonesia
1.2 Membandingkan perkembangan masyarakat Indonesia di bawah penjajahan: dari masa VOC, Pemerintahan Hindia Belanda, Inggris, sampai Pemerintahan Pendudukan Jepang
1.3 Menganalisis proses kelahiran dan perkembangan nasionalisme Indonesia
1.4 Menganalisis terbentuknya negara Kebangsaan Indonesia



Kelas XI , Semester 2

Standar Kompetensi

2. Merekonstruksi perjuangan bangsa Indonesia sejak masa Proklamasi hingga lahirnya Orde Baru

Kompetensi dasar
2.1 Merekonstruksi perkembangan masyarakat Indonesia sejak proklamasi hingga Demokrasi Terpimpin
2.2 Menganalisis pergantian pemerintahan dari Demokrasi Terpimpin sampai lahirnya Orde Baru




Program Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas XII , Semester 1

Standar Kompetensi

1. Merekonstruksi perjuangan bangsa Indonesia sejak masa Proklamasi sampai masa Reformasi

Kompetensi dasar
1. 1 Merekonstruksi perkembangan masyarakat Indonesia pada masa Orde Baru
1.2 Merekonstruksi perkembangan masyarakat Indonesia pada masa Reformasi




Kelas XII, Semester 2

Standar Kompetensi

2. Menganalisis perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad ke-20

Kompetensi dasar
2.1 Menganalisis perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan hubungannya dengan Perang Dunia II dan Perang Dingin
2.2 Menganalisis perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia

Senin, 16 Februari 2009

data


moving class

Rabu, 04 Februari 2009

MODUL 52.03.IPS.09

POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA

Setelah mempelajari modul ini diharapkan mampu :
Menjelaskan ciri-ciri politik bebas aktif
Menjelaskan orientasi politik luar negeri politik bebas aktif
Mendeskripsikan dinamika politik bebas aktif
Menjelaskan faktor yang berpengaruh terhadap pelaksanaan politik bebas aktif

A.Pengertian Politik Bebas Aktif Republik Indonesia

Rumusan yang ada pada alinea I dan alinea IV Pembukaan UUD 1945 merupakan dasar hukum yang sangat kuat bagi politik luar negeri RI.Beberapa pendapat tentang politik bebas aktif:
A.W Wijaya merumuskan: Bebas, berarti tidak terikat oleh suatu ideologi atau oleh suatu politik negara asing atau oleh blok negara-negara tertentu, atau negara-negara adikuasa (super power). Aktif artinya dengan sumbangan realistis giat mengembangkan kebebasan persahabatan dan kerjasama internasional dengan menghormati kedaulatan negara lain.
Mochtar Kusumaatmaja merumuskan bebas aktif sebagai berikut : Bebas : dalam pengertian bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa sebagaimana dicerminkan dalam Pancasila. Aktif : berarti bahwa di dalam menjalankan kebijaksanaan luar negerinya, Indonesia tidak bersifat pasif-reaktif atas kejadiankejadian internasionalnya, melainkan bersifat aktif .
B.A Urbani menguraikan pengertian bebas sebagai berikut : perkataan bebas dalam politik bebas aktif tersebut mengalir dari kalimat yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai berikut : supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. Jadi menurut pengertian ini, dapat diberi definisi sebagai “berkebebasan politik untuk menentukan dan menyatakan pendapat sendiri, terhadap tiap-tiap persoalan internasional sesuai dengan nilainya masing-masing tanpa apriori memihak kepada suatu blok”.Politik atau kebijakan luar negeri pada hakikatnya merupakan ”kepanjangantangan” dari politik dalam negeri sebuah negara. Politik luar negeri suatunegara sedikitnya dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu kondisi politik dalamnegeri; kemampuan ekonomi dan militer; serta lingkungan internasionalnya. Sejak Bung Hatta menyampaikan pidatonya berjudul ”Mendajung Antara DuaKarang” (1948), RI menganut ”politik luar negeri yang bebas dan aktif” yangdipahami sebagai sikap dasar RI yang menolak masuk dalam salah satu bloknegara-negara superpowers; menentang pembangunan pangkalan militer asing didalam negeri; serta menolak terlibat dalam pakta pertahanan negara-negarabesar. Namun, RI tetap berusaha aktif terlibat dalam setiap upaya meredakan
ketegangan di dunia internasional.
Dengan kata lain, kebijakan luar negeri merupakan refleksi dari politikdalam negeri dan dipengaruhi perubahan dalam tata hubungan internasionalbaik dalam bentuk regional maupun global. Karena itu, setiap dinamika yangterjadi dalam perpolitikan dalam negeri akan mempengaruhi diplomasi sebagai
manifestasi kebijakan luar negeri


B.Bagaimana Perkembangan politik luar negeri bebas aktif

Pada era Soekarno (1945-1965), pendulum politik bebas-aktif lebih condongbergerak ke kiri, di mana Jakarta tampak lebih akrab dengan Moskow, Beijingmaupun Hanoi, dan tampak garang terhadap AS dan sekutu Baratnya. BangkitnyaPKI dan kelompok-kelompok kiri pada masa Soekarno memang ikut mempengaruhiagresifitas politik luar negeri RI. Namun, agresifitas itu bisa dipahamikarena menonjolnya berbagai kepentingan nasional RI pada masa-masapasca-kemerdekaan hingga dekade 1960-an. Pada masa Orde Baru (Orba), pendulum itu bergerak ke kanan, karena berkaitandengan kepentingan nasional pada masa itu yang lebih menonjolkan aspekpembangunan ekonomi. Penonjolan aspek pembangunan ekonomi telah memaksa RIberpaling ke Barat, karena RI tergantung pada industri dan bantuan ekonomiBarat yang dipimpin AS. Memang, hubungan RI dengan Barat (termasuk Jepangdan Australia) tidak melulu berlatar belakang faktor ekonomi, melainkan jugakeamanan. Dalam hal ini, Australia menempati posisi penting, terutama dalamkaitannya dengan masalah Timor Timur dan Irian Jaya. Pada masa Orba, Timtimmenjadi salah satu isu yang sangat penting dalam politik luar negeri RI. Ciri-ciri Politik Bebas Aktif Republik Indonesia Dalam berbagai uraian tentang politik Luar Negeri yang bebas aktif , maka Bebas dan Aktif disebut sebagai sifat politik luar negeri Republik Indonesia. Bahkan di belakang kata bebas dan aktif masih ditambahkan dengan sifat-sifat yang lain, misalnya anti kolonialisme, anti imperialisme. Dalam dokumen Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri Republik Indonesia (1984-1989) yang telah ditetapkan oleh Menteri Luar Negeri RI tanggal 19 Mei 1983, dijelaskan bahwa sifat Politik Luar Negeri adalah: (1) Bebas Aktif …. (2) Anti kolonialisme … (3) Mengabdi kepada Kepentingan Nasional dan … (4) Demokratis
Bulan Mei 1998 terjadi perubahan penting dalam politik Indonesia, di manaterjadi peralihan kekuasaan dari Soeharto ke BJ Habibie. Pada era Habibie(Mei 1998 – Oktober 1999), kebijakan luar negeri RI praktis tidak banyakmengalami perubahan, karena pada saat itu pun yang ditunjuk menjadi Menluadalah Ali Alatas, orang yang juga menjadi Menlu pada era Soeharto. Selainitu, pemerintahan Habibie lebih banyak disibukkan oleh berbagai persoalandomestik, yang mengalami kekacauan sejak terjadinya krisis ekonomi tahun1997. Namun, pada era Habibie terjadi peristiwa bersejarah, yaitu lepasnyaProvinsi Timtim setelah melalui proses jajak pendapat di bawah PBB.Pasca-lepasnya Timtim menyebabkan terjadinya kekacauan, karena terjadinyaberbagai tindak kekerasan di wilayah itu. Salah satu pihak yang dituduhterlibat dalam kasus itu adalah TNI.
Abdurrahman Wahid muncul sebagai Presiden RI ke-4 (Oktober 1999). Tidak lama setelah dilantik menjadi Presiden, Wahid melontarkan ide pembentukan ”Poros” Jakarta-Beijing-New Delhi (sebuah ide yang sempat mengejutkan Barat) serta ingin lebihmemperkuat kerja sama dengan negara-negara di kawasan Asia lainnya, sertaTimur Tengah. Wahid pun kemudian mengunjungi sejumlah negara ASEAN.Kendati lawatan ini bukan merupakan lawatan kenegaraan resmi—Wahidmenyebutnya sebagai kunjungan dalam rangka ”memperkenalkan diri” sebagaiPresiden baru RI—namun sambutan maupun hasil yang diraihnya termasuk cukuppositif.Beberapa pemimpin ASEAN yang dikunjunginya menjanjikan akan meningkatkanbantuan ekonomi kepada RI. Hanya dua hari setelah menyelesaikan lawatannyake ASEAN, Wahid langsung menuju AS dan Jepang. Menurut Wahid, RI tidak akanmengorbankan hubungannya dengan AS dan negara maju lainnya walaupun akanmengadakan hubungan yang lebih intens dengan RRC dan India.

Di bawah Megawati (dengan Hassan Wirayudha—seorang diplomat karier—sebagaiMenlu), politik luar negeri RI tampak kembali bergeser ke kanan. Iniditandai dengan dijadikannya AS sebagai negara non-Asia pertama yangdikunjungi Megawati.


Politik Luar Negeri di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2004 – 2009, dalam visi dan misi beliau diantaranya dengan melakukan usaha memantapkan politik luar negeri. Yaitu dengan cara meningkatkan kerjasama internasional dan meningkatkan kualitas diplomasi Indonesia dalam rangka memperjuangkan kepentingan nasional. Prestasi Indonesia sejak 1 Januari 2007 menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, dimana Republik Indonesia dipilih oleh 158 negara anggota PBB. Tugas Republik Indonesia di Dewan Keamanan PBB adalah :
1). Ketua Komite Sanksi Rwanda
2). Ketua komite kerja untuk pasukan penjaga perdamaian
3). Ketua Komite penjatuhan sanksi untuk Sierra Leone
4). Wakil Ketua Komite penyelesaian konfik Sudan
5) Wakil Ketua Komite penyelesaian konflik Kongo
6). Wakil Kertua Komite penyelesaian konflik Guinea BissauBaru-baru ini Indonesia berani mengambil sikap sebagai satu-satunya negara anggota tidak tetap DK PBB yang bersikap abstain ketika semua Negara lainnya memberikan dukungan untuk memberi sanksi pada Iran. C.Kesimpulan Dari uraian tersebut bahwa pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif sesuai dengan kepentingan nasional dari waktu kewaktu yang disesuaikan dengan perkembangan global.Implementasi politik bebas aktif dipengaruhi orientasi pemimpin nasional dalam hal ini presiden yang berkuasa.

sumber:
http://mustofasmp2.wordpress.com
http://www.polarhome.com

Rabu, 28 Januari 2009

MODUL 5.2.02. 2009

Setelah mempelajari modul ini diharapkan:
· Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya Perang Dingin(3.1.1.3)
· Menghubungkan pemerintah komunis di Cina, Perang Korea, dan revolusi Kuba dengan perluasan Perang Dingin ke luar Eropa(3.1.1.4)
· Menghubungkan Perang Vietnam dengan perkembangan politik di Asia Tenggara(3.1.1.5)
· Mengidentifikasi ciriciri politik luar negeri Indonesia.(3.1.2.3)

Uraian singkat !
Modul ini merupakan kelanjutan dari modul sebelumnya. Kalian tentunya masih ingat tentang perang dingin antara Amerika dengan Uni Soviet. Jika kita menyimak dengan baik dari berbagai kawasan tersebut dapatlah diidentifikasi bahwa perang dingin itu disebabkan oleh :
Ambisi negara Amerika dan Uni Soviet memegang hegemoni dunia.
Perlombaaan senjata terutama senjata nuklir..
Kegiatan –kegiatan spionase.

Perluasan perang dingin.
Kalian tentunya pernah mempelajari salah satu dari kejadian
Perang Vietnam , Perang Korea , Perang Soviet-Afganistan , Perang sipil Kamboja, Perang sipil Angola , Perang sipil Yunani, Krisis Kongo , Runtuhnya Tembok Berlin, Revolusi Hongaria , Krisis Iran , Krisis misil Kuba dan lainnya.
Kejadian tersebut menunjukkan adanya gejala meluasnya perang dingin diberbagai kawasan di dunia ini. Sebut saja
Perang Korea,tahun 1950 Perang Vietnam tahun 1957 yang melibatkan China , Amerika,dan Uni Soviet di kawasan Asia Tenggara,dan Krisis misil Kuba tahun 1961 yang menyeret Amerika,dan Uni Soviet pula.

Untuk kejadian perang di kawasan Asia Tenggara dimana pengaruh komunis yang semakin meluas,hal ini mendorong Presiden Amerika Eisenhower mendekritkan Teori Domino, yakni jika suatu negara jatuh ketangan komunis maka akan diikuti negara-negara lainnya. Pengaruh komunis China dan Uni Sovyiet di Asia Tenggara berpotensi mengancam perkembangan demokrasi dan sekaligus tantangan untuk Amerika Serikat.Langkah Amerika berusaha membantu Perancis di Indocina walaupun akhirnya tidak efektif bahkan posisi Amerika secara politis semakin kalah.Perkembangan selanjutnya Amerika berusaha memperkuat posisinya di Asia seperti memperkuat hubungan dengan China,Jepang dan Indonesia.Mengapa demikian ?

Bagaimana peranan Indonesia?
Dampak perang dingin tentunya dirasakan oleh seluruh bangsa termasuk di Indonesia.Didalam modul sebelumnya kalian tentu paham bahwa Indonesia pernah menjadi ajang perebutan Blok Barat dan Blok Timur pada periode tertentu.Politik luar negeri kita di tegaskan oleh Wapres Moh.Hatta tahun 1948,bahwa bangsa Indonesia menganut politik bebas- aktif. Bebas bearti bebas untuk menentukan sikap didalam pergaulan dengan bangsa-bangsa lain didunia,sedangkan aktif adalah berusaha untuk ikut di dalam upaya perdamaian dunia.Wujud nyata dari politik ini adalah pengiriman Kontingen Garuda ke daerah konflik bergabung dengan pasukan PBB.
Jadi awalnya politik luar negeri kita merespon terhadap perkembangan politik dunia yang waktu itu mulai berkecamuk perang dingin antar dua blok .

Dinamika politik luar negeri Indonesia.
Pada awal kemerdekaan diplomasi bangsa Indonesia lebih diarahkan untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan.Sedangkan masa selanjutnya tahun 1950-an agak condong ke Barat. Hal ini didasari kepentingan untuk pembebasan wilayah Irian Barat.Namun demikian karena respon negara-negara barat cenderung negative termasuk PBB maka ofensif diplomatik di tahun 1960an untuk kepentingan nasional yang sama cenderung lebih mendekatkan diri pada Negara soaialis komunis terutama China dan Uni Soviet.
Pada masa orde baru politik luar negeri bebas aktif di implementasikan dengan :
Normalisasi hubungan dengan Malaysia
Merintis berdirinya ASEAN
Memperbaiki hubungan dengan Negara- barat
Normalisasi hubungan dengan RRC yang kandas sejak 1967
PengirimaN Kontingen Garuda
Pada masa Reformasi politik luar negeri Indonesia lebih diarahkan pada kepentingan nasional terutama pertumbuhan ekonomi dan isu-isu baru yang menyangkut persatuan dan kesatuan bangsa menghadapi lingkungan internasional yang belum jelas, keamanan regional, masalah ekonomi-politik internasional ,
lingkungan hidup, hak asasi manusia dan demokratisasi.

Jumat, 23 Januari 2009

FENOMENA PASCA PD II

MODUL SEJARAH
(SEJ.4.A.2.2.1.09)

Kompetensi Dasar :
2.1. Menganalisis perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan hubungannya dengan Perang Dunia II dan Perang Dingin

Indikator :
Menjelaskan tentang polarisasi dunia pasca Perang Dunia II
Mengidentifikasi kekuatan Blok Barat dan Blok Timur
Mengidentifikasi penyebab perang dingin
Menjelaskan beberapa peristiwa yang terkait dengan perang dingin
Menjelaskan akhir dari perang dingin
Mendeskripsikan dampak perang dingin
Mendeskripsikan teknologi yang berhubungan dengan Perang Dunia II
Memberi contoh perbandingan teknologi persenjataan masa Perang Dunia II dan Perang Dingin


FENOMENA BARU FENOMENA PASCA PD II

Polarisasi dunia
Adalah proses terbentuknya sebuah kekuatan atau kutub baru di dunia ini.Kutub yang dimaksud adalah Blok Barat dan Blok Timur.Kedua blok ini mampu menarik negara-negara lain menjadi satelitnya hingakekuatan terus bertambah.
Pasca Perang Dunia II timbul fenomena baru yakni lahir negara adikuasa /super power dan terjadinya Perang dingin
Perang Dingin
Perang Dingin (1947-1991) adalah sebuah "perang" di mana pasukan kedua musuh utamanya sebenarnya tidak pernah saling bertarung. Istilah "Dingin" digunakan untuk menjelaskan hubungan antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) selama masa 45 tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II. Ditakutkan bahwa perang ini akan berakhir dengan perang nuklir, yang akhirnya tidak terjadi.
Perang Dingin berkaitan dengan banyak perang lokal lainnya seperti Perang Korea, invasi Soviet terhadap Hungaria dan Cekoslovakia dan Perang Vietnam. Hasil dari Perang Dingin termasuk (dari beberapa sudut pandang) kediktatoran di Yunani dan Amerika Selatan. Krisis Rudal Kuba juga adalah akibat dari Perang Dingin dan Krisis Timur Tengah juga telah menjadi lebih kompleks akibat Perang Dingin. salah satu dampak perang dingin dengan negara jerman adalah terbaginya jerman menjadi dua bagian yaitu jerman barat dan timur(tembok berlin)

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Teknologi secara harfiah berarti ilmu tentang teknik atau cara melakukan suatu pekerjaan agar lebih mudah.Jadi teknologi itu untuk mempermudah suatu pekerjaan. Seringkali teknologi dikaitkan dengan penemuan baru.Teknologi terus berkembang setiap saat begitu pula pengetahuan kita tentang teknik juga akan bertambah sesuai dengan tuntutan jaman. Kemajuan ilmu pengetahuan akan mempengaruhi perkembangan teknologi karena antara ilmu pengetahuan dan teknologi itu saling berkaitan.Teknologi berkembang dari yang paling sederhana hingga yang rumit ,dari manual menuju digital , dari teknologi rendah ke teknologi tinggi.kata kuncinya tetap yakni teknologi diciptakan untuk mempermudah pekerjaan.
Berkaitan dengan peristiwa Perang Dunia II kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu pemicunya dan hal ini tak dapat dipungkiri.Sebut saja teknologi persenjataan yang semakin canggih mampu mencapai target dengan akurasi ang cukup tinggi Contoh yang paling nyata adalah Peluru kendali balistik adalah peluru kendali yang terbang dalam ketinggian sub-orbit melalui jalur balistik. Rudal balistik hanya dapat dikendalikan dalam tahap peluncurannya saja. Rudal balistik pertama adalah roket V-2 yang dikembangkan oleh Nazi Jerman antara 1930-an dan 1940-an berdasarkan perintah dari Walter Dornberger. Uji coba V-2 yang pertama sukses adalah pada 3 Oktober 1942 dan mulai dioperasikan pada 6 September 1944 melawan Paris diikuti dengan serangan terhadap London 2 hari kemudian. Sampai berakhirnya perang pada Mei 1945, lebih dari 3000 V-2 telah ditembakkan.
Agar lebih jelas lihat gambar berikut:

Sebuah ICBM LGM-118A Peacekeeper
ditembakkan dari 1st Strategic Aerospace Division
(1 STRAD) di Vandenberg AFB, CA, Amerika Serikat

Jenis rudal
Rudal balistik bervariasi menurut penggunaan dan jangkauannya :
Peluru kendali balistik jarak pendek (short-range ballistic missile atau SRBM) memiliki jangkauan kurang dari 1.000 km. Rudal jenis ini memiliki hulu ledak konvensional. Contoh dari rudal jenis ini antara lain adalah: V-2, Scud dan SS-21 Scarab.
Peluru kendali balistik jarak menengah (medium-range ballistic missile atau MRBM) meiliki jangkauan antara 1.000 sampai 2.500 km.
Intermediate-range ballistic missile atau IRBM memiliki jangkauan antara 2.500 sampai 3.500 km.
Peluru kendali balistik sub-benua (sub-continental ballistic missile atau SCBM).
Peluru kendali balistik antar benua (intercontinental ballistic missile atau ICBM) memiliki jangkauan lebih besar dari 3.500 km yang terdiri dari:
Peluru kendali balistik antar benua jarak terbatas (limited range intercontinental ballistic missile atau LRICBM) memiliki jarak antara 3.500 sampai 8.000 km.
LRICBM juga dikenal sebagai Peluru kendali balistik jarak kauh (LRBM).
Full range intercontinental ballistic missile atau FRICBM memiliki jangkauan antara 8.000 sampai 12.000 km.
Peluru kendali balistik berbasis kapal selam (submarine-launched ballistic missile atau SLBM).
Misil balistik jarak menengah dan pendek sering disebut sebagai misil balistik taktis atau teatrikal. Misil balistik jarak jauh umumnya dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir karena kapasitas muatnya sangat terbatas untuk peledak konvensional agar efisien. Menggunakan misil balistik dengan kemampuan jangkauan lebih jauh dari jarak target menjadi salah satu strategi untuk menyulitkan pertahanan. Contohnya, sebuah misil dengan jangkauan 3.000 km yang ditembakkan untuk target yang berjarak hanya 500 km dapat mencapai ketinggian yang lebih tinggi yaitu sekitar 1.200 km (secara kasar sama dengan ketinggian ICBM), dengan demikian misil tersebut akan menerjang target dengan kecepatan lebih dari 6 km/detik (Mach 17).

Sumber:
http://id.wikipedia.org/
http://globalisasi.wordpress.com/

PERJUANGAN AWAL KEMERDEKAAN RI

MODUL SEJARAH
(SEJ.11.A.2.2.1.09)

KELAS /PROGRAM : XI /IPA

Melengkapi Rumah Tangga Negara
Indikator:

2.1.1.Mendeskripsikan hasil-hasil sidang PPKI bulan Agustus 1945
2.1.2.Menjelaskan upaya melengkapi rumah tangga negara Indonesia
2.1.3.Menghubungkan maklumat pemerintah 3 November 1945 dengan partai-partai politik
2.1.4.Menjelaskan perubahan otoritas KNIP dan lembaga kepresidenan pada awal kemerdekaan.
2.1.5.Memberi contoh perjuangan diplomasi dan konfrontasi dalam upaya mempertahankan kemerdekaan

Perjuangan awal setelah proklamasi.
Setelah proklamasi kemerdekaan17 Agustus 1945 pemimpin-pemimpin nasional kita melangkah lebih lanjut untuk melengkapi rumah tangga negara Republik Indonesia.Untuk itu sehari setelah proklamasi PPKI segera bersidang dengan beberapa kesepakatan ;
1.Disyahkan UUD 1945.
2.Menetapkan Presiden dan Wakil Presiden yakni Ir.Soekarno dan Drs.Moh.Hatta.
3.Tugas Presiden sementara dibantu sebuah Komite nasional.

Langkah selanjutnya Sidang PPKI 19 agustus 1945 menetapkan:
1.Pembentukan Komite nasional,
2.Pembentukan Dewan Menteri (Kabinet) serta
3.Pembagian wilayah negara menjadi 8 provinsi.
Sedangkan sidang PPKI 22 Agustus 1945 menyepakati:
1.Pembentukan Badan Keamanan Rakyat .
2.Pembentukan Partai Nasional Indonesia
3.Pembentukan Komite Nasional
Susunan Kabinet Republik Indonesia pertama,misalnya:
• Perdana Menteri : Presiden Sukarno
• Menteri dalam Negeri : R.A.A. Wiranatakusumah
• Menteri Luar Negeri : Mr. Ahmad Subardjo
• Menteri Kehakiman : Prof. Dr. Soepomo, SH
• Menteri Kemakmuran : Ir. D.P. Surahman
• Menteri Keuangan : Mr. A.A. Maramis
• Menteri Kesehatan : dr. R. Boentaran M.
• Menteri Pengajaran : Ki Hajar Dewantara
• Menteri Sosial : Mr. Iwa Kusumasumantri
• Menteri Penerangan : Mr. Amir Syarifuddin

Mengingat kondisi saat itu masih darurat maka sering terjadi perubahan-perubahan sesuai perkembangan politik yang terjadi.
Pada tangal 5 Oktober 1945 pemerintah mengeluarkan maklumat yang berbunyi “Untuk memperkuat perasaan keamanan umum, maka diadakan satu “Tentara Keamanan Rakyat”.Hal ini menjadi dasar selanjutnya untuk membentuk tentara.Berdasarkan Penetapan Pemerintah No 2/SD 1946, Tanggal 1 Januari 1946 TKR diubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat, dan tangal 26 Januari TKR diubah menjadi Tentara Republik Indonesia(TRI).Komponen tentara kita menjadi TRI,ALRI dan AURI, dan akhirnya menjadi TNI.


Dengan pengesahan UUD 1945 maka konsekuensinya harus dibentuk lembaga-lembaga negara lainnya seperti DPR,MPR,MA,DPA, dan BPK.Namun untuk membentuk lembaga tersebut banyak kendala misalnya kita belum memiliki partai politik seperti sekarang.Guna menunjukkan kepada dunia bahwa negara kita penganut paham demokrasi ,dan bukan negara fasis buatan Jepang maka perlu adanya partai politik.
Perkembangan politik saat itu terutama tekanan dari gologan sosialis mendorong Wakil Presiden Moh.Hatta mengeluarkan maklumat yang dikenal dengan Maklumat Wakil Presiden No.X pada tanggal 16 Oktober 1945.Isi maklumat tersebut adalah sebelum terbetuk MPR dan DPR maka Badan Pekerja KNIP(BP-KNIP) diberi kewenangan legislatif termasuk menetapkan GBHN.
Selanjutnya keluarlah Maklumat pemerintah tanggal 3 November 1945 yang isinya:
Pemerintah berharap timbul parta-partai politik yang dapat menampung segala aliran yang ada di masyarakat.
Parta-partai politik itu arus terbentuk sebelum pemilihan anggota perwakilan rakyat Januari 1946.(Wahid,1994:163)
Dengan malkumat tersebut maka lahirlah partai-partai politik yang beragam alirannya ,yang waktu itu berdiri 10 partai politik:
1.Majelis Syuro Muslimin Indonesia(Masyumi) berdiri pada tangal 7 November 1945 dengan ketua dr.Sukiman .
2.Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 7 November 1945 dengan ketua Moh.Jusuf.
3.Partai Sosialis Indonesia(PSI) pada 10 November 1945 dengan ketua Mr.Amir Syarifudin
Selanjutnya coba kalian cari dari berbagai sumber untuk melengkai 10 partai!.

Perkembangan politik di bulan November 1945 mendorong pemerintah mengeluarkan Maklumat 14 November 1945 yang intinya mendorong perubahan tanggungjawab menteri dari Presiden ke BP-KNIP,jadi sistem pemerintahan kita dari Presidentil berubah ke sistem parlementer.Hal ini merupakan penyimpangan pertama terhadap UUD 1945.

Perjuangan Diplomasi dan Konfrontasi

Kalian tentunya sering mendengar ungkapan bahwa bangsa Indonesia itu cinta damai tetapi lebih cinta terhadap kemerdekaan.Ungkapan tersebut tidaklah berlebihan ,mengingat perjalan sejarah bangsa kita.Setelah kita memproklamasikan diri pada tanggal 17 Agustus 1945 ternyata Belanda dengan bantuan tentara Sekutu kembali ke Indonesia untuk menegakkan kembali penjajahannya.Oleh karena itu tentunya sebagai bangsa terus berjuang mempertahan kemerdekan serta berjuang untuk mendapatkan pengakuan dari negara lain di dunia. Didalam perjuangan tersebut pemimpin-pemimpin kita menggunakan cara-cara yang santun,misalnya menerima kedatangan Sekutu dengan ramah tanpa curiga,pemimpin kita senantiasa mengedepankan musyawarah, berdiskusi, berunding untuk menyelesaikan segala permasalahan.Namun demikian setelah tindakan tentara Sekutu sering memprovokasi dan membantu Belanda menegakkan penjajahan kembali maka bangsa kita berani berkonfrontasi dengan senjata seadanya.Semboyan berubah “sekali merdeka tetap merdeka’ lebih baik mati dari pada dijajah kembali”
Semangat perjuangan, keberanian, rela berkorban,kerjasama dan nilai persatuan dan kesatuan itulah modal pahlawan kita berjuang. Nilai-nilai tersebut harus kita warisi dan dikembangkan di era sekarang, tatkala kepedulian kita terhadap sesama mulai luntur.Coba kalian lakukan pengkajian terhadap berbagai peristiwa heroik, dan patriotik yang terjadi diberbagai daerah seperti peristiwa berikut:
· Pertemuan sungai Musi
· Medan Area
· Bandung Lautan Api
· Peristiwa Lima hari di Semarang
· Palagan Ambarawa
· Pertempuran Surabaya
· Puputan Margarana dsb.
Serangkaian pertempuran antara bangsa Indonesia melawan Belanda/Sekutu/sisa-sisa tentara Jepang yang terjadi dimana-mana akhirnya membawa kita untuk bertemu di meja perundingan.Kepentingan nasional bangsa Indonesia pada saat itu adalah perjuangan untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan.
Di meja perundingan berarti bangsa Indonesia harus menggunakan kemampuan diplomasi diantara para delegasi yang mendapatkan tugas untuk berunding.Serangkaian perundingan antara Republik Indonesia-Belanda dalam perang kemerdekaan antara tahun 1945-1949 yakni : · Perundingan Hooge Veluwe
· Perundingan Linggarjati
· Perundingan Renville
· Perundingan Roem_Royen
· Konferensi Inter Indonesia
· Konferensi Meja Bundar
Coba kalian beri penjelasan dari berbagai sumber tetang perundingan tersebut!.
Setiap perundingan tersebut gagal maka terjadilah perang antara Indonesia –Belanda sehingga PBB turut campur tangan didalam menyelesaikan konflik ini.

Latihan soal-soal !
Apakah yang dihasilkan PPKI dalam sidang I ?
Mengapa pada awal kemerdekaan tidak membentuk tentara?
Jelaskan upaya melengkapi rumah tangga negara Indonesia
Apakah hubungan maklumat pemerintah 3 November 1945 dengan partai-partai politik?
Apakah perlunya pada awal kemerdekaan membentuk partai politik?
Jelaskan bahwa pada awal kemerdekaan terjadiperubahan otoritas KNIP dan lembaga kepresidenan !
Beri contoh perjuangan diplomasi dan konfrontasi dalam upaya mempertahankan kemerdekaan!
Daftar Bacaan
1.Habib Mustopo,Prof,2006,Sejarah Kelas XII IPS,Jakarta : Yudistira
2.Legawa I Wayan ,Drs,2002,Perkembangan Kepartaian di Indonesia , Malang: PPPG IPS dan PMP

Rabu, 14 Januari 2009

SK_KD Sejarah

Program Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas XII, Semester 2

Standar Kompetensi
2. Menganalisis perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad ke-20

Kompetensi Dasar
2.1 Menganalisis perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan hubungannya dengan Perang Dunia II dan Perang Dingin
2.2 Menganalisis perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia

Program Ilmu Pengetahuan Sosial

Standar Kompetensi
3. Menganalisis perkembangan sejarah dunia sejak Perang Dunia II sampai dengan perkembangan mutakhir
Kompetensi Dasar
3.1 Menganalisis perkem¬bangan sejarah dunia dan posisi Indonesia di tengah perubahan politik dan ekonomi internasional setelah Perang Dunia II sampai dengan berakhirnya Perang Dingin
3.2 Menganalisis perkembangan mutakhir sejarah dunia

PERKEMBANGAN POLITIK PASCA PERANG DUNIA II

  • PERKEMBANGAN POLITIK DUNIA PASCA PERANG DUNIA II

    Dampak dari Perang Dunia II sangat luas dalam berbagai aspek kehidupan,misalnya:
    1.Lahirnya organisasi perdamaian dunia (PBB)
    Organisasi ini fokus memelihara perdamaian dunia yang dirintis oleh The Big Five Country.Namun perkembangan sekarangatut dipertanyakan kesanggupannya/kinerjanya,karena lebih didominasi oleh pengaruh negara besar terutama Amerika.
    2.Kemerdekaan bagi bangsa-bangsa Asia-Afrika .
    Bangsa iniyang sebelumnya menjadi objek penjajahan.Proses dekolonisasi ini dipercepat adanya kesadaran akan persamaan hak sesama bangsa sebagaimana tercantum dalam piagam PBB.
    3.Polarisai dunia.
    Hal ini ditandai dengan fenomena baru lahirnya negara adikuasa dan perang dingin. tambahan

    Apa itu Negara Adikuasa/Superpower?
    Adalah negara besar yang mampu mempengaruhi negara-negara lain dengan kekuatan/kekuasaan yang dimilikinya. Ada beberapa faktor yang mendorong negara adikuasa mampu mempengaruhi negara lain :
    Faktor politik
    Faktor ideologi
    Faktor ekonomi
    Faktor militer
    Negara-negara kecil yang menjadi kawan atau sekutu negara adikuasa disebut negara satelit.Negara adikuasa yang dimaksud adalah Amerika dan Uni Sovyet.Kedua negara tersebut terus melebarkan sayapnya dengan menanamkan pengaruhnya kepada negara-negara lain.Politik semacam ini dikenal dengan Aliansi(politik mencari kawan).
    Apa itu Perang dingin ?
    Adalah ketegangan- ketegangan yang terjadi antara Amerika dan Uni Sovyet di berbagai kawasan. Kejadian yang berhubungan dengan perang dingin diantaranya:
    Perang Vietnam , Perang Korea , Perang Soviet-Afganistan , Perang sipil Kamboja, Perang sipil Angola , Perang sipil Yunani, Krisis Kongo , Runtuhnya Tembok Berlin, Revolusi Hongaria , Krisis Iran , Krisis misil Kuba
    Bagaimana dengan negara Indonesia?
    Pengaruh polarisasi dunia bagi perkembangan di Indonesia sebagai negara yang baru merdeka amat dirasakan.Negara kita juga menjadi ajang perebutan pengaruh dari negara adikuasa tersebut.Hal ini dapat dilihat dari beberapa hal pada periode waktu tertentu.
    Pada masa perang kemerdekaan(1945-1949):
    Setelah Amerika,Belgia dan Australia Yang tergabung dalam KTN 1947 membantu menyelesaikan konflik Indonesia –Belanda, maka terjadilah pemberontakan PKI Madiun 1948 dimana tokoh-tokoh komunis banyak yang melarikan diri ke Uni Sovyet.
    Pada masa demokrasi liberal 1950-1959 :
    Pada awalnya negara kita mencari dukungan ke barat untuk menyelesaikan masalah Irian(terutama masa kabinet Sukiman),Sistem ekonomi yang diterapkan juga terpengaruh sistem liberal.Percobaan sistem ini berujung pada instabilitas politik sehingga Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit 5 Juli 1959 dan kita memasuki sistem baru.
    Pada masa demokrasi terpimpin(1959-1965) :
    Kegagalan sistem liberal mendorong sikap anti kolonialisme dan anti barat (Amerika dkk) dan mendorong Indonesia lebih dekat dengan negara sosialis komunis/blok timur(Uni Sovyet dkk).Pada masa ini persaingan Blok Barat dan Blok Timur mencapai puncak nya. Pemerintah Indonesia memainkan peran dengan merintis berdirinya gerakan non blok (GNB) tahun 1961 pertama kali KTT diselenggarakan di Beograd.Namun demikian dilain sisi terutama dalam perebutan Irian Barat persenjataan kita dibantu oleh Uni Sovyet.Selesai masalah Irian Barat tahun 1963 selesai tak lama kemudian meletuslah G.30 S PKI 1965.
    Periode Orde Baru 1966-1998 :
    Penegasan politik luar negeri bebas –aktif agaknya mengurangi pengaruh kedua blok dimana kita menciptakan stabilitas kawasan Asia Tenggara dan merintis berdirinya ASEAN tahun 1968.
    Didalam membangun perekonomian kita minta bantuan IMF yang cenderung didominir oleh negara-negara Barat.Hal ini kadang berakibat kebijakan makro ekonomi kita juga mendapat tekanan dari IMF tadi.Kondisi ini berlangsung terus hingga Orde Baru runtuh karena krisis yang dipicu oleh masalah ekonomi ini terutama tahun 1998.
    selengkapyah

    sumber :1.Habib Mustopo,2006,Sejarah Kelas XII IPS,Jakarta:Yudistira
    2.http://id.wikipedia.org

sekedar berbagi

sebagai forum untuk diskusi tentunya akan menambah wawasan kita,untuk itu perlu contennya dikembangkan,terima kasih

MGMP SEJ JAKUT: KEGIATAN MGMP SEJARAH JAKUT

MGMP SEJ JAKUT: KEGIATAN MGMP SEJARAH JAKUT